Jumat, 25 September 2015

Sosialisasi Perbankan Syariah melalui Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia





Perkembangan ekonomi syariah semakin hari semakin mengesankan. Untuk itu suka atau pun tidak kita harus menyongsong dan mengawali era keemasan ekonomi syariah tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusianya dan meningkatkan pemahaman ekonomi syariah pada masyarakat. Dalam hal ini peran perguruan tinggi sangat diharapkan mampu melahirkan sarjana-sarjana ekonomi syariah yang memiliki pemahaman syariah yang utuh dan profesional. Industri keuangan syariah juga harus bertanggung jawab atas lahirnya sistem dan pengelola yang profesional. Demikian pula ormas-ormas Islam dan stakeholders harus bersama-sama menunaikan tanggung jawab mengedukasi umat.
Berdasarkan konsep ekonomi syariah, manusia berada dalam posisi utama, karena manusia sebagai sarana sekaligus juga menjadi tujuan dalam ekonomi syariah itu sendiri. Oleh karena itu, jika ingin mengharap sistem ekonomi syariah berkembang dengan baik, maka yang pertama adalah memberi pemahaman kepada manusia-manusia terkait dengan sistem tersebut, baik bagi pelakunya maupun masyarakat pada umumnya serta stakeholders terkait juga harus memahami sistem. Kita menyadari bahwa di Indonesia system ekonomi syariah relatif belum banyak pengenalan dan baru dikenalkan secara bertahap dan gradual. Sekarang ini masih ada persepsi yang kurang tepat, yakni jika kita berbicara ekonomi syariah seolah-olah kita hanya bicara bank syariah, Padahal ekonomi syariah sangat luas dan lembaga keuangan syariah pun bukan hanya bank.
Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa perbankan syariah Indonesia masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).Untuk itu perlu meningkatkan SDM untuk memonitoring dari berbagai aspek usaha dan paham semua industry (Jurnal Nasional, 2008). Keterampilan, pengetahuan dan pengalaman SDM memiliki nilai ekonomis terhadap organisasi karena para karyawan tersebut berusaha untuk produktif dan dapat menyesuaikan diri. Sumber daya manusia juga telah diakui sebagai sumber keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif didapat dengan melaksanakan strategi penciptaan nilai yang tidak dapat ditiru pesaing lain. Perusahaan untuk memenangkan persaingan harus siap dengan barang, jasa dan sumber daya yang berkualitas.Sumber daya manusia merupakan asset strategis dalam menciptakan keunggulan bersaing secara berkelanjutan (Queleh dalam M. Wahyudin, 2000: 42).
www.merdeka.com
Manusia mempunyai peran yang sangat penting dalam kompetisi dan strategi bertahan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ada kesenjangan antara pesatnya pertumbuhan lembaga keuangan syariah dan keterbatasannya sumber daya manusia yang tersedia. Tingginya angka pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan syariah berimplikasi terhadap naiknya permintaan tenaga kerja ekonomi syariah. Perkembangan lembaga keuangan syariah sehrusnya menjadi pemicu utama berkembangnya lembaga pendidikan ataupun Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang menawarkan program pendidikan Islam dan Lembaga Keuangan Islam. Peran strategis perguruan tinggi sebagai pabrik dan mesin produksi SDM memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM untuk lembaga keuangan dan industri syariah. Perguruan Tinggi diharapkan mampu menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan lembaga keuangan dan industri syariah antara lain adalah hard skill dan soft skill.
SDM yang berkontribusi di lembaga-lembaga keuangan dan perbankan syariah dewasa ini dianggap untuk sebahagian besarnya hanya SDM “dadakan” dan “karbitan” memenuhi kebutuhan yang mendesak, yang memperoleh ilmu kesyariahannya dalam waktu yang sangat terbatas. Tidak mengherankan, atas dasar pertimbangan profesionalitas dan keunggulan individu, disamping disebabkan keterbatasan jumlah dan kualifikasi yang diperlukan, kasus pembajakan SDM sering terjadi di lingkungan lembaga keuangan dan perbankan syariah.Kondisi semacam ini secara tidak langsung jelas menjadi salah satu penghambat perkembangan lembaga keuangan dan perbankan syariah di Indonesia. Ketersediaan SDM yang berkualitas menjadi hal yang penting dan fundamental hal ini dikarenakan sumber daya manusia merupakan ujung tombak dalam sasaran strategi, operasional dan implementasi good governance.
Potensi Perguruan Tinggi sangat besar untuk berperan menyediakan sumber daya ekonomi syariah. Terdapat beberapa kendala dalam penyiapan sumber daya manusia ekonomi syariah, khususnya lembaga keuangan syariah. Temuan penelitian Ramly dalam Pratikno (2010) menunjukkan bahwa berdasarkan survey dengan responden Perguruan Tinggi dan Perbankan syariah, kendala dalam penyiapan tenaga terampil dari lembaga keuangan syariah, meliputi tenaga relatif terbatas, minat mahasiswa dan masyaralat masih rendah dan ketersediaan dan pengembangan staff belum memadai. Sedangkan menurut Mulya (Bank Indonesia, 2011) beberapa tantangan yang harus dihadapi dan diatasi untuk penyiapan SDM keuangan syariah adalah bidang materi kurikulum, tenaga kerja, literatur.
Strategi Pengembangan Studi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia, pihak yang berkepentingan dan mengambil peran untuk menyediakan sumber daya manusia ekonomi syariah yang mumpuni antara lain adalah pihak pemerintah, perguruan tinggi dan dunia usaha/industri. Peran strategis yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas lulusan yang mendukung ekonomi dan lembaga keuangan syariah adalah menawarkan program studi ekonomi perbankan syariah, mata kuliah konsentrasi dan lembaga kajian/pelatihan ekonomi/perbankan syariah di perguruan tingginya di level program studi S1, S1 dan S3 kepada mahasiswa, penyusunan kurikulum, tenaga dosen dan trainer, penelitian dan pengembangan karya ilmiah. Terkait kurikulum, perguruan tinggi melakukan sinergi dan kerjasama antara lembaga di bawah Kementrian Agama, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Bank Indonesia, Institusi Pendidikan, asosiasi dan industri terkait.
Pemenuhan kebutuhan SDM perbankan syariah sekaligus sarana sosialisasi dapat dilakukan melalui pendidikan dan lokakarya ekonomi dan keuangan syariah. Pengembangan karya ilmiah juga merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mengedukasi tentang wawasan terhadap ekonomi serta perbankan syariah. Pengembangan kurikulum Ekonomi Islam dan perbankan syariah juga melalui peningkatan kualitas iman dan takwa, peningkatan kualitas hidup, peningkatan kualitas kerja, peningkatan kualitas karya dan peningakatan kualitas pikir.
Pengelola sebuah prodi ekonomi islam harus melakukan inovasi jangan sampai mahasiswa-mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dalam ekonomi islam tidak bisa andil dalam mengembangkan sektor keuangan islam. Pengembangan sumber daya manusia merupakan hal yang wajib dilakukan.
Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia Perbankan Syariah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga perbankan dan masyarakat. Pendidikan dan pelatihan tentang perbankan syariah adalah upaya jangka pendek yang dapat dilakukan untuk sarana sosialisasi dan meningkatkan mutu SDM perbankan syariah saat ini. Namun upaya sosialisasi akan percuma apabila tidak ditindaklanjuti dngan upaya jangka panjang yaitu sinergi antara pengguna SDM terkait (bank syariah), penanggung jawab pendidikan (pemerintah) dan penyelenggara pendidikan (perguruan tinggi).

Referensi

  • Antonio, Syafii. 2001. Bank Syariah dari Teori ke Praktek. Gema Insani. Jakarta.
  • Hermawan Kartajaya,Muhhammad Syakir Sula. 2006. Syariah Marketing.Bandung : Mizan Media Utama
  • M. Wahyuddin. Reformasi and Profesionalisme Sumber Daya Manusia. Jurnal Manajemen Daya Saing. Volume 1 Nomor 1 hal. 42-47. Jakarta. 2000
  • Nuruddin, Amiur. SDM Berbasis Syariah. Makalah pada seminar Awal Tahun Masyarakat Ekonomi Syariah dengan tema : Penyediaan SDM yang Handal sebagai Fondasi Berkembangnya Ekonomi Syariah. Jakarta, 2010
  • Perwataatmadja, Karnaen dan Hendri Tanjung, Bank Syariah Teori Praktek dan Penerapannya: Celestial Publishing, Jakarta, 2007
  • Pratikno, Heri. Peran Stretegis perguruan tinggi dalam meningkatkan Kualitas sumber daya manusia perbankan syariah.FE Universitas Negeri Malang. 2010

Senin, 21 September 2015

Teknik Mengapung Uitemate

Kabar gembira bagi anda yang tidak bisa renang tapi masih ingin mengapung, ada sebuah teknik mengapung dari Jepang bernama Uitemate mungkin kalau di bahasa jawa disebut dengan gaya "debog" (pernah lihat kan pohon pisang yang terapung di sungai? Ya itulah gaya debog). Saya mengutip posting kali ini dari relawanindonesiakabbekasi.wordpress.com karena saya merasa teknik ini penting untuk saya simpan sebagai arsip pribadi. Indonesia ini negeri rawan bencana tapi pelajaran mitigasi menurut saya masih sangat minim tidak seperti di Jepang, sehingga jika terjadi bencana yang cukup besar seperti tsunami masih banyak yang bisa menyelamtkan diri, berbeda dengan di Indonesia yang sangat jarang ada simulasi bencana atau mitigasi bencana alam sehingga kita secara pribadi harus sadar tentang pentingnya hal ini. Jadi sebenarnya saya tidak akan fokus pada anda yang tidak bisa renang tetapi mari kita fokus terhadap teknik mengapung yang diperkirakan bisa menyelamatkan banyak nyawa ini hehehe...

Banyak kasus orang yang harus kehilangan nyawa karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan.Data korban tenggelam yang tewas atau hilang di Jepang memiliki statistik yaitu lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.
Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka meyakini rendahnya korban usia anak disebabkan karena banyak anak SD yang telah mengikuti pelatihan “Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”. Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Pada tahun 2008, di Kobe ada lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas ranselnya. Para ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.
Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate. Saat  gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yang masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi.

Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yang mencetuskan ide ini. Ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.
Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. Yang harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang. Saat ini teknik Uitemate gencar di kampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam satu setengah tahun, 40 instruktur telah dilatih dan 10.000 orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate.
Berikut Teknik Uitemate yang dapat kita praktikkan dikutip dari duniaberbicara.com, Untuk belajar teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.

  • Tenang dan santai, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yang pertama perlu untuk dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat anda semakin tenggelam.
  • Rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki. Kurangi gerakan-gerakan yang bisa membahayakan diri Anda.
  • Pandangan menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda, hal yang dilakukan pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian bernafas seperti biasa.
  • Teknik jika memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang, berat sepatu tersebut akan bisa membantu mengapung.
  • Botol kosong, jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap pada atas dada Anda, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.

Sinopsis Film Taare Zameen Par

Every Child is Special

source imdb.com
Ketika Bapak dirumah ngedumel gara-gara serial televisi import dari India yang nggak habis-habis ceritanya, makin mulek ceritanya (persis plot sinetron) dan cerita yang melulu seputar mite dan legenda , bollywood yang notabene asli India punya beberapa film yang bermakna dan inspiratif. Beberapa yang saya suka adalah Slumdog Millionare, 3 Idiots, Thalaash dan Taare Zameen Par, Kuch Kuch Hota Hai juga hehehe. Tapi menurut saya yang paling nampol ya Taare Zameen Par, meskipun yang paling twistending adalah Thaalash.
Kenapa saya suka Taare Zameen Par? Mungkin karena ceritanya yang benar-benar terfokus pada sosok seorang anak kecil bernama Ishan Aswathi yang seorang disleksia dan merupakan film yang baru bagi saya dimana sosok wanita tidak menjadi tokoh dan masalah utama dalam film ini. Someone said “Life of Pi bagus juga lo, karakter wanita juga bukan fokus utama cerita”, terus terang entah kenapa saya kurang bisa terlibat dalam jalan cerita Life of Pi, tapi akting pemain dan petualangan berbalut fantasi dari Life of Pi saya rasa memang patut diacungi jempol mungkin sekali lagi Life of Pi bukan termasuk favorit menurut preferensi saya.

Taare Zameen Par menceritakan bagaimana seorang anak kelas 3 SD yang mempunyai cara pandang berbeda dari orang kebanyakan harus menjalani keseharian di rumah, di sekolah dan lingkungannya, parahnya imajinasi serta cara pandang yang tidak biasa ini tidak diketahui oleh siapapun sehingga Ishaan di cap sebagai anak yang bodoh dan aneh. Ketika pertama memasuki film ada seorang anak yang menangkap ikan dengan kaos kaki lalu dia masukkan ke botol minumannya, super badung, itu yang terbesit di benak pertama kaliIshaan juga selalu mendapat nilai buruk dan selalu gagal dalam ujian. 
Ishaan Awasthi
Ketika sampai di rumah dengan menggunakan bus sekolah dia sempatkan bermain-main kertas (sepertinya kertas ulangan yang harus di tanda tangani orang tua) dengan anjing di depan apartemennya.
Kertas ulangan Ishaan
Ishaan, karakter utama dalam film ini. Yohan, kakak Ishaan adalah pelajar berprestasi di baik akademik, nilainya hampir sempurna di semua mata pelajaran, Yohan juga pandai bermain tennis. Yohan sangat menyayangi adiknya dan selalu memuji berbagai karya yang dihasilkan Ishaan. Ayah Ishaan adalah seorang pegawai kantoran yang mengharapkan hal terbaik dari anak-anaknya dan tidak mentolerir kesalahan yang dibuat anaknya. Ibunya, Maya Awasthi, adalah seorang ibu rumah tangga yang merasa gagal untuk mengajari Ishaan padahal dia telah megorbankan karirnya, selalu memberi dukungan kepada Ishaan lewat kasih sayang, namun Ibu dan Yohan cenderung tidak bisa berbuat apa-apa ketika ayah Ishan marah besar. Kedua orang tua punya harapan yang besar kepada anak-anaknya.
Kiss for Ishaan
Ketika teman-temannya bermain kriket Ishaan malah sibuk sendiri bermain dengan anjing. Ishaan sempat berkelahi dengan salah seorang anak karena membuang bola kriket (dengan tidak sengaja), Ishaan di marahi habis-habisan oleh ayahnya. Jika ini sudah terjadi Ibu dan Yohaan tidak dapat melakukan apa-apa untuk membantu Ishaan.
Berkelahi
Saat berada di sekolah, Ishaan sulit menangkap pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, ketika guru sedang mengajar dia lebih memilih menengok keluar jendela dan asyik dengan dunianya sendiri. Ishaan sering mendapat hukuman dari gurunya salah satunya karena tidak bisa membaca paragraf yang diminta oleh gurunya, Ishaan mengatakan huruf-huruf itu menari dan diikuti gelak tawa dari seluruh kelas. Label sebagai anak yang bodoh, pemalas, tidak tahu malu kerap diberikan oleh guru dan teman-teman sekolahnya. 
Mendapat hukuman
Bahkan Ishaan sempat bolos dari kelas matematika karena ia lupa mengerjakan tugas dan kertas ulangannya tidak ditandatangani (karena sudah dipakai mainan sama anjing-anjing depan apartemennya). Ketika bolos, Ishaan berjalan-jalan sendirian ke seluruh sudut kota (bahaya banget buat anak kecil) dan mengamati aktivitas orang-orang yang ia temui. Pengalaman bolos sekolah dan melihat berbagai aktivitas orang ternyata Ishaan tuangkan kedalam sebuah lukisan yang indah.
Bolos sekolah
Ketika belajar dirumah dengan ibunya pun Ishaan tidak menunjukkan kemajuan, pelajaran yang baru di pelajari kemarin sudah dia lupakan hari ini padahal anak-anak seusianya dapat melakukan hal-hal itu dengan sangat mudah. Ishaan tidak suka dipaksa untuk belajar sesuatu yang tidak dia kuasai, Ishaan lebih memilih menggambar dan melukis.  
Imajinasi Ishaan
Imajinasi Ishaan luar biasa sehingga dia bisa menghasilkan berbagai lukisan dan gambar yang indahBahkan ketika menyelesaikan soal matematika, yaitu hasil perkalian 3 dan 9, Ishaan malah berimajinasi dan menganalogikan 3 dengan planet bumi, 9 dengan planet pluto (sesuai urutan planet di galaksi bima sakti) dan menganalogikan tanda kali (x) dengan versus, jadi Ishaan menandingkan bumi dengan Pluto. Kelebihan berimajinasi ini yang tidak tampak sebagai kelebihan oleh orang lain bahkan kedua orang tuanya.
Ujian matematika dadakan
imajinasi untuk menyelesaikan soal
Ketika orangtua Ishaan dipanggil ke sekolah dan diberitahukan bahwa buku, membaca dan menulis adalah musuh bagi Ishaan dan Ishaan sama sekali tidak mengalami kemajuan. Ishaan bahkan diperkirakan tidak akan naik kelas lagi, kepala sekolah juga berkata bahwa mungkin Ishaan harus pindah ke sekolah lain yang bisa menampung anak-anak yang dianggap “terbelakang” seperti Ishaan. Ayah Ishaan yang tidak terima anaknya dikatakan “terbelakang” balik menyalahkan pihak sekolah yaitu bagaimana bisa satu guru di ruang kelas memperhatikan satu persatu muridnya, disini ayah Ishaan belum menyadari ada sesuatu yang berbeda dari anaknya. Kemudian ayah Ishaan memutuskan untuk membawa Ishaan ke sekolah asrama, berharap ada kemajuan dalam diri Ishaan melalui proses pembelajaran asrama yang ketat. Ishaan bersikeras menolak keputusan ayahnya itu, ibunya pun tidak rela apabila anaknya yang biasanya selalu dekat dengannya pergi ke sekolah asrama. Namun sayangnya keputusan ayah Ishaan sudah bulat, Ishaan harus pergi ke sekolah asrama dan jaug dari keluarganya.
Ishaan terpisah dari keluarganya
Di sekolah asrama pun, Ishaan juga tidak mengalami perkembangan. Bahkan para guru di asrama lebih keras padanya daripada gurunya saat di sekolah sebelumnya. Di semua mata pelajaran Ishaan menghadapi kesulitan, dia tetap menganggap setiap pelajaran di sekolah sebagai musuhnya bahkan dia bayangkan seperti laba-laba yang siap menyerang dirinya. Tekanan yang ada di sekolah asrama yang membuat Ishaan semakin frustasi bahkan dia berhenti melukis dan berimajinasi.
bagaikan diserang laba-laba
Ram Shankar Nikumbh atau Nikumbh ditunjuk sebagai guru seni sementara. Nikumbh tidak mengajar seperti guru yang lain, dia membiarkan imajinasi muridnya berkembang dengan belajar diluar kelas dan berbagai cara lain. Di situlah Nikumbh yang juga menjadi pengurus di sebuah sekolah anak berkebutuhan khusus merasa ada yang janggal dengan Ishaan.
Nikumbh menemukan pola kesalahan yang sama di buku Ishaan, anak itu banyak menuliskan huruf dan angka secara terbalik dan tidak sesuai bentuknya. Nikumbh akhirnya memutuskan untuk menemui keluarga Ishaan. Nikumbh melihat bahwa orangtua Ishaan tidak mengetahui masalah dan kendala yang dialami Ishaan. Nikumbh juga menjelaskan bahwa Ishaan mengalami dislexia yaitu kesulitan untuk mengenali angka dan alfabet. Ia kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama serta posisi huruf menghadap ke depan atau ke belakang, huruf dan angka seperti menari-nari di mata Ishaan, ia juga kesulitan mengikat tali sepatu dan mengancingkan baju sendiri. Dislexia seperti kabel kecil di otak yang tidak berfungsi seperti umumnya. Di sekolah asrama dan berbagai tekanan membuat Ishaan kehilangan rasa percaya diri dan berhenti melukis. Nikumbh juga menemukan gambar-gambar kreatif dan benda unik buatan Ishaan yang penuh dengan imajinasi.
gambar penuh imajinasi di dinding kamar Ishaan
Nikumbh membantu Ishaan mengenali dan menuliskan alfabet dan angka dengan benar. Nikumbh mempunyai trik dalam membantu Ishan yaitu dengan menulis alfabet di kotak pasir dan menulis angka dengan menggunakan papan dengan garis kotak-kotak, dari menulis angka raksasa satu papan penuh lalu menyusutkannya menjadi huruf yang lebih kecil. 
metode belajar menulis ala Nikumbh
Pada akhirnya Ishaan dapat membaca dan meulis dengan benar. Tak ada lagi huruf yang terbalik atau salah menyusun kata.
tulisan Ishaan yang mulai rapi dan benar
Untuk mengembalikan kepercayaan diri dan imajinasi Ishaan serta memacu kretifitas semua orang di asrama, Nikumbh mengadakan sebuah perlombaan melukis, semua orang diasrama termasuk para guru killer boleh mengikutinya, karya yang menang akan dijadikan sampul buku tahunan.
Lomba menggambar

para guru Killer pun tak ketinggalan
Jurinya adalah Lalita Lajmi, guru yang sangat berjasa bagi Nikumbh. Saat pengumuman pemenanang juri di hadapkan pada dua pilihan yang sulit, keduanya sama-sama bagus tetapi akhirnya harus dipilih satu pemenang yaitu Ishaan Awasthi, Ishaan yang tadinya sempat takut maju ke depan dengan erat memeluk Nikumbh yang sangat berjasa baginya.
banyak yang nangis karena adegan ini


atas: lukisan Ishaan, bawah: lukisan Nikumbh
 Akhirnya orang tua, guru Ishaan dan yang lainnya menyadari bahwa Ishaan adalah anak yang punya sudut pandang berbeda dari kebanyakan orang dan dengan bakat tersendiri. Pelajaran matematika, bahasa dan pelajaran lain juga mengalami kemajuan pesat. Pada akhir film orang tua Ishaan tidak tahu harus bagaimana berterima kasih kepada Nikumbh dan Nikumbh berkata bahwa orang tua Ishaan harus menjaga anaknya yang menakjubkan tersebut. Happy ending guys....

Sabtu, 19 September 2015

Sinopsis Film The Curious Case of Benjamin Button

film poster from www.imdb.com 
Awal ketika memutar Film ini sist gan, kita pasti paham kalau film ini menceritakan flashback sebuah diary milik Benjamin Button yang dibacakan oleh seorang perempuan dan didengarkan dengan seksama oleh seorang wanita renta yang sedang sekarat. 
Di New Orleans pada tahun ketika perang dunia pertama berakhir, lahirlah anak dari Thomas Button, seorang pengusaha kancing baju yang kaya raya, namun sayangnya sang istri meninggal saat melahirkan dan sempat menitipkan anaknya kepada sang suami. Kelahiran sang bayi memang tidak normal karena saat lahir tubuhnya menunjukkan fisik seperti orang tua yang sedang sekarat, tuli, keriput, matanya hampir buta karena katarak, tangan-kakinya kaku dan radang sendi.  Menurut saya sist gan mungkin karena perpaduan antara shock istrinya meninggal dan mendapati sang anak yang terlihat cacat dan buruk rupa, si bapak akhirnya membuang bayi yang baru lahir tadi, duh sedih ya.
Thomas Button meletakkan bayi tadi di sebuah rumah yang ternyata adalah sebuah panti jompo. Quennie, seorang perempuan berkulit hitam yang ternyata pengurus panti jompo dengan senang hati menampung bayi itu dengan penuh kasih sayang meskipun si bayi tidak terlihat normal. Quennie memberi nama si bayi Benjamin, dia percaya si bayi tetaplah sebuah anugrah dari Tuhan dan bayi itu adalah sebuah keajaiban meskipun bukan semacam keajaiban yang diharapkan dilihat orang pada umumnya. Benjamin mengira dirinya sama seperti lainnya yang berada di panti jompo, namun Benjamin menyadari dari hari kehari tubuhnya bertambah muda seperti tumbuhnya rambut halus, dari yang sebelumnya tidak bisa berjalan dan hanya mengandalkan kursi roda menjadi bisa berjalan meskipun menggunakan tongkat. Ternyata tidak hanya Benjamin yang menyadari hal itu, Daisy, cucu seorang teman di panti jompo juga menyadari jika Benjamin tidak sama dengan yang lain. Benjamin dan Daisy akhirnya berteman karena mereka menyadari punya pola pikir anak-anak yang sama. Jadi gini sist gan meskipun Benjamin punya fisik yang tua, psikis dan tingkah laku dia sebenarnya normal seperti anak pada umumnya. Benjamin juga cemburu ketika tahu Quennie yang sudah dianggap seperti ibu kandungnya akan mempunyai anak. 
Makin hari fisiknya makin kuat meskipun usianya bertambah, Benjamin mengalami proses pembalikan fisik, dia tumbuh menjadi semakin muda. Hal tersebut yang mendorong Benjamin untuk merantau menjadi pekerja tugboat yang dipimpin Kapten Mike dan berkeliling dunia pada usia 17 tahun. Nah ditengah perjalanan tadi Benjamin mengalami berbagai pengalaman bahkan juga menemukan cinta pertamanya.
Ketika kembali dari perantauan ke panti jompo, Benjamin bertemu kembali dengan Daisy yang tumbuh menjadi seorang gadis dewasa dan berprofesi sebagai penari balet seperti yang saling ia sampaikan lewat kartu pos, mereka bertemu ketika umur dan fisik mereka hampir sama. Benjamin juga sudah mengetahui kalau nama belakangnya adalah Button, Thomas Button yang mungkin merasa bersalah menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Benjamin, bagaimana asal-usul keluarga mereka, mengajak Benjamin ke pabrik pembuatan kancing miliknya, menceritakan bagaimana Thomas jatuh cinta dan menikah dengan ibu Benjamin serta menceritakan bahwa ibunya meninggal ketika melahirkan Benjamin, Thomas sebenarnya pernah sengaja menemuinya sewaktu Benjamin masih kecil bahkan Thomas Button mentraktir Benjamin minum dan menjadi pengalaman pertama Benjamin minum minuman keras.
Nampolnya film ini baru saya temui pas di sekitar 30 menit terakhir, disini konflik Benjamin tidak hanya ketika dia dengan fisik yang semakin muda dia menyaksikan orang-orang yang dicintainya (seperti Quennie) meninggal. Namun konflik terjadi karena hubungan seseorang yang mengalami proses pembalikan fisik dengan seseorang yang normal. Benjamin yang mengetahui Daisy tengah mengandung anaknya merasa dia tidak akan pernah bisa menjadi ayah yang baik bagi anaknya. Benjamin memutuskan meninggalkan Daisy dan anaknya dengan memberikan beberapa warisan. Benjamin akhirnya meninggal dengan keadaan seperti bayi di gendongan Daisy yang sudah mulai keriput. Daisy ternyata adalah wanita tua yang sekarat di awal film, diary yang dibaca adalah diary milik Benjamin Button dan wanita yang membacakan cerita tadi sebenarnya adalah Caroline, anak Benjamin dan Daisy.
Scene favorit saya ketika Benjamin menceritakan bahwa semua orang di dunia ini punya peran masing-masing, ada yang terlahir menjadi seorang ibu (gambar Quennie nongol), terlahir sebagai seorang pembuat kancing (gambar Thomas Button mencuat), ada yang menjadi penari (gambar Daisy muncul) dan scene favorit satu lagi ketika Benjamin bercerita flashback tentang kecelakaan yang dialami Daisy. Karakter favorit? Quennie!!! she is walking angel J. Banyak juga yang menghubung-hubungkan film dengan penyakit progeria yaitu penyakit kelainan genetik sejak lahir yang menyebabkan penderitanya mempunyai fisik atau tepatnya jaringan kulit dan rambut yang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Salah satu penderita penyakit ini adalah seorang gadis kecil bernama Adalia Rose (search sendiri ya). Bahkan ada lo yang mengatakan bahwa film The Curious Case of Benjamin Button ini based in true story dari penyakit progeria tersebut, kalau menurut saya film ini tetap film fiksi yang mungkin terinspirasi dari penyakit progeria tersebut.
Mungkin posting sinopsis film nanti film-film favorit saya dulu ya, karena memang sudah hapal karena sudah ditonton berkali-kali, kalau film favorit kelar di review baru deh saya review film ngehits. Oya, film-film favorit ini menurut preferensi pribadi ya, bukan dari sisi kualitas, rating dan sebagainya. Saya juga bukan komentator film jadi saya akan lebih sering menceritakan tentang detil film, eh tapi kalau ada yang kelewat janggal dan mencolok mata pasti akan saya komentari juga hahaha. Boleh share juga film favorit kalian, siapa tau selera kita sama :P

Selasa, 25 Agustus 2015

Formalitas Syariah Tanpa Jiwa

Krisis global mulai unjuk gigi kepada siapa pun yang tidak siap menghadapinya. Bank-bank besar, korporasi-korporasi besar dengan reputasi ratusan tahun terpaksa gulung tikar. Lembaga keuangan syariah pun mulai terkena imbasnya, khususnya yang hanya mementingkan pemenuhan aspek formalitas syariah, tapi melupakan jiwa syariah itu sendiri. Diawali dengan kenaikan harga minyak akibat perang berkepanjangan, yang membuat negara-negara Teluk kebanjiran petro dolar. Melimpahnya likuiditas ini mendorong agresivitas investasi untuk mencari keuntungan. Di sisi lain, kesadaran akan nilai-nilai religi mendorong munculnya permintaan akan produk investasi yang sesuai dengan syariah. Salah satu ciri produk investasi syariah adalah adanya underlying asset untuk setiap transaksi finansial. 
Nah, tingginya permintaan produk investasi yang memiliki underlying asset ini, disambut oleh bank-bank besar dengan merancang produk yang dikaitkan dengan komiditas tertentu, antara lain minyak, tembaga, emas dan minyak sawit. Produk investasi yang dikenal dengan nama commodity murabahah ini menjadi sangat populer di kalangan perbankan syariah di luar negeri.
Bursa komoditas berjangka mendapatkan momentum baru dengan perkembangan ini. Volume perdagangan meningkat cepat. Bila tadinya harga minyak di bursa komoditas berjangka mengikuti harga minyak di pasar spot karena volumenya kecil, kini harga minyak di pasar spot mengikuti harga minyak di bursa berjangka. Keadaan ini semakin mendorong meroketnya harga minyak.
Kenaikan harga minyak yang meroket serta-merta membuat kawasan Teluk kebanjiran petro dolar dan melambungkan daya beli kawasan ini. Harga-harga properti di kawasan Teluk meroket karena ekspektasi pasar yang berlebihan seakan-akan Dubai, Qatar, dan negara-negara kawasan Teluk lainnya akan menjelma menjadi pusat keuangan dunia menggantikan New York dan London. Pengembangan pulau buatan manusia berbentuk pohon kurma, Buruj al Arab sebagai bangunan tertinggi di dunia, semakin melambungkan ekspektasi pasar akan permintaan yang tinggi terhadap sektor properti. Tak ayal lagi harga properti di kawasan ini melambung tinggi.
Meskipun harga properti melambung demikian tinggi, namun kenaikan harga minyak seakan telah memberikan daya beli hampir tak terbatas. Euforia yang timbul akibat money illusion dari kenaikan harga minyak dan naiknya harga properti, mendorong bank-bank di kawasan ini, termasuk bank syariah, untuk mengucurkan pembiayaan di sektor properti. Ketika pasar mengoreksi dirinya sendiri dan harga-harga komoditas, termasuk harga minyak, turun mendekati harga wajarnya, semua pihak seakan terbangun dari mimpi. Mereka yang berinvestasi dalam product commodity murabahah yang tadinya merasa yakin investasinya aman karena sifatnya yang fixed return dan dijamin oleh komoditas tertentu, kini mulai menyadari risiko yang timbul.
Dengan turunnya harga komoditas yang dijadikan jaminan, nilai barang jaminannya tidak lagi dapat menutupi jumlah piutang murabahah, yang selanjutnya membuat nilai investasinya dalam ukuran nilai terkoreksi risiko (risk-adjusted return) melorot. Secara legal, tagihan piutang murabahah-nya memang tidak menurun, namun risikonya meningkat akibat turunnya nilai jaminan.
Bila bank syariah yang memiliki product commodity murabahah adalah bank komersial dan mencatatnya sebagai produk penghimpunan dana, dan ketika berinvestasi di pasar komoditas mencatatnya sebagai aktiva produktif, penurunan nilai jaminan ini akan menyebabkan bank tersebut harus mencatat biaya tambahan untuk memenuhi kewajiban pembentukan cadangan aktiva produktif. Selanjutnya, laba bank tersebut akan terpukul.
Bila bank syariah yang memiliki product commodity murabahah adalah bank investasi dan mencatatnya sebagai produk investasi nasabah, nasabahlah yang harus menanggung kenaikan risikonya. Secara legal, nilai investasi nasabah tidak berkurang, namun secara akuntansi kenaikan risiko ini terlihat pada penurunan nilai pasar investasi dalam buku nasabah.
Penurunan harga komoditas juga mengakibatkan koreksi atas pasar properti dengan turunnya harga properti, di samping akan menekan kapasitas likuiditas pasar. Keadaan ini memukul bank dua kali. Pertama, nasabah mulai kesulitan membayar cicilan pembiayaan propertinya. Kedua, nilai jaminan berupa properti menurun sehingga menambah biaya bank untuk membentuk cadangan aktiva produktif.
Dampak negatif inilah yang menyebabkan bank syariah terjebak dalam formalitas mekanis ketentuan syariah. Secara formalitas syariah, teknis operasional dan struktur produknya sesuai dengan syariah. Namun, jiwa transaksi syariah tidak terpenuhi. Pertama, fisik komoditas yang diperdagangkan jauh lebih sedikit dibandingkan volume perdagangannya karena sebagian besar transaksi commodity murabahah yang dilakukan tidak diikuti dengan penyerahan barang. Adanya underlying asset lebih ditujukan kepada pemenuhan rukun jual beli, yaitu ma’kud alaih (adanya objek transaksi), namun jiwa rukun tersebut yang dimaksudkan mencegah terpisahnya (decoupling) sektor keuangan dengan sektor riil tidak terpenuhi.
Kedua, melambungnya harga properti dan harga komoditas di luar batas kewajarannya merupakan indikasi adanya distorsi pasar. Dari sisi permintaan distorsi ini dapat didorong oleh impulsive buying akibat naiknya daya beli secara tiba-tiba. Dari sisi penawaran, distorsi ini dapat didorong oleh rekayasa harga oleh beberapa pemain konvensional besar di pasar komoditas dan di pasar properti. Kekuatan rekayasa harga semakin besar bila harga di pasar spotmengikuti harga berjangka, karena volume perdagangan pasar itu jauh lebih kecil daripada volume perdagangan pasar berjangka.
Ketiga, investasi pada instrumen di pasar global apalagi dalam mata uang asing akan menjadi pintu masuk bagi krisis global ke pasar domestik. Bank-bank syariah yang banyak menanamkan investasinya ke instrumen di pasar global, akan terpukul lebih parah dibandingkan bank-bank syariah yang bermain di pasar domestik. Syariah tanpa menghayati jiwa syariah, ibarat komat-kamit merapalkan doa tanpa merasakan kehadiran Yang Maha Mendengar Doa.

 Sumber: Republika, 13 April 2009